Minggu, 22 Juni 2008

Agar Tak Terjadi Penyakit Menular..

Agar tak Terjangkit Penyakit Menular

Penyakit menular 'bertebaran' di sekitar kita. Penyebabnya macam-macam. Bisa virus, bakteri, atau jamur. Akibat yang ditimbulkan? Tak kalah ragamnya.

Ada yang cuma menimbulkan sakit ringan, seperti gatal-gatal, namun tak sedikit yang membuat nyawa melayang.

Cara penularannya juga sangat beraneka. Seperti dijelaskan dokter Soedjatmiko SpA(K) MSi, spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang - pediatri sosial Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), ada enam cara penularan penyakit, yaitu:

1. Melalui udara (percikan ingus, ludah, dahak lalu masuk ke saluran napas. Bisa juga masuk ke aliran darah kemudian menyebar ke organ tubuh). Contoh penyakitnya adalah: TBC, difteri, batuk rejan (pertusis), campak, influenza, radang paru, radang otak (meningitis).

2. Melalui air: Muntah berak, disentri, polio, demam tifoid, hepatitis A. * Melalui binatang: Demam berdarah, malaria, flu burung, leptospirosis, rabies, pes, ensefalitis.

3. Melalui darah/transfusi: hepatitis B, C, HIV/AIDS, dan lain-lain.

4. Kontak kulit: cacar, lepra, frambusia, antraks, dan lain-lain.

5. Hubungan seksual: HIV/AIDS, gonorhoe, sifilis, herpes.

Walau penyakit menular sangat beragam dengan beberapa di antaranya sangat berbahaya, tak perlu cemas berlebihan. Sebab, kata Soejatmiko, kita bisa melakukan langkah pencegahan. ''Dibanding pengobatan yang membutuhkan banyak dana, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan relatif murah dan mudah,'' kata Soejatmiko ketika berbicara dalam sebuah forum media edukasi di Jakarta, beberapa waktu berselang.

Untuk mencegah penyakit-penyakit menular itu, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan yakni, menerapkan perilaku hidup bersih, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang, istirahat cukup, dan imunisasi teratur.

Imunisasi/vaksinasi, menurut Soejatmiko, merupakan upaya pencegahan primer untuk mencegah penyakit infeksi dengan memasukkan vaksin (produk imunobiologik, sebagai antigen) ke dalam tubuh manusia. Dengan cara ini akan terbentuk antibodi sehingga si anak terhindar dari penyakit, tidak menularkan penyakit itu pada individu lain, dan akhirnya dapat memutuskan transmisi penyakit. ''Vaksinasi bertujuan melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu, menurunkan prevalensi penyakit sehingga tercapai eradikasi penyakit,'' sambung sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini.

Hanya saja, tak semua penyakit menular dapat dicegah dengan imunisasi. Muntah berak, disentri, demam berdarah, amlaria, flu burung, dan leptospirosis adalah contoh penyakit menular yang tak bisa dicegah dengan imunisasi. Namun, banyak juga penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sebut saja misalnya, TBC, difteri, tetanus, polio, campak, hepatitis A, B, influenza, pneumonia (radang paru), meningitis (radang otak), cacar air, campak Jerman, gondongan, rabies, dan demam tifoid.

Banyak orang bertanya, setelah diimunisasi, masih bisakah tertular penyakit-penyakit itu? ''Ya, masih bisa. Tetapi jauh lebih ringan, tidak berbahaya,'' kata dokter yang juga menjabat sebagai ketua III Pengurus Pusat IDAI ini. Lain halnya jika seseorang tertular penyakit dalam keadaan belum diimunisasi. Biasanya, penyakit yang muncul jauh lebih berat, berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian atau kecacatan.

Karena itu, jangan ragu-ragu untuk melakukan imunisasi. Untuk bayi Anda, pastikan ia telah mendapatkan imunisasi wajib (BCG, hepatitis B, polio, DPT, dan campak). Selain itu, ada beberapa jenis imunisasi tambahan yang dianjurkan, yakni: Hib, pneumokokus, influenza, MMR (untuk mencegah penyakit gondong, campak, dan campak Jerman), tifoid, hepatitis A, dan varisela.

Walau sudah berniat untuk memberikan imunisasi pada anaknya, terkadang para ibu menjadi ragu tatkala mendapati anaknya pilek dan batuk. Menurut Soejatmiko, anak yang sedang batuk pilek boleh-boleh saja diimunisasi, asalkan tidak demam dan tidak rewel. ''Kalau bayi sangat rewel, tunda imunisasi selama satu sampai dua minggu.''

Bagaimana jika anak sedang minum obat antibiotik? ''Boleh,'' ujar Soejatmiko. Lain halnya dengan anak yang sedang minum prednison dosis tinggi. Imunisasi mesti ditunda setengah sampai tiga bulan. Selain itu, sebelum imunisasi, jangan segan memberitahu kondisi Anda atau anak Anda kepada dokter. Beberapa kondisi di bawah ini mesti Anda beritahukan kepada dokter:

1. Mengalami panas tinggi, bengkak, kejang, atau sakit berat pada imunisasi sebelumnya.

2. Alergi, seperti alergi telur, neomycin, polymixin.

3. Sedang mendapat obat steroid, antikanker, radioaktif.

4. Sedang sakit leukemia, kanker, HIV/AIDS.

5. Tinggal serumah dengan orang sakit leukemia, kanker, HIV/AIDS, sedang mendapat pengobatan steroid, antikanker, radioterapi.

6. Dalam tiga bulan terakhir mendapat transfusi darah atau suntikan imunoglobulin.
(Idionline/RoL)

Demam berdarah dan Chikungunya

Pendahuluan.
Chikungunya di kota/ kabupaten kediri menghangat beberapa bulan yang lau. begitu pula terjadi wabah dikota besar lainya seperti jogjakarta, purworejo , kalten daln lainya. sekalipun chikungunya tidak menyebabkan kematian tetapi perawatan membutuhkan biaya yang cukup besar.
PENYAKITCHIKUNGUNYAdan DEMAM BERDARAH
Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Chikungunya sedang demam berdarah disebabkan oleh virus dengue. Chikungunya mempunyai gejala demam, radang sendi yang sangat sakit terutamam didaerah pinggang , lutut, kaki, dan ujung jari,tangan. selain itu terdapat bintik bintik merah pada kulut yang disertai nyeri dan gatal. sedangkan gejala demam berdarah demam tinggi dan apabila berlangsung terus cenderung mebnimbulkan renjatan ( shock) yang menyebabkan kematian.
Pemberantasan

dalam pemberantasan kedua penyakit ini mempunyai masalah yang sama, antara lain belum ada vaksin serta obatnya. begitu pula dari aspek binatang penular penyalit ini mempunyai kesamaan yaitu nyamuk aedes aegypti peranan nyamuk ini sangat besar karean hanya dengan gigitanya dapat memindahkan virus ketubuh orang lain. Dalam hidupnya naymuk melewati empat tahapan yaitu : telur, jentik,kepompong, dan namuk dewasa. Biasanya daalam rangka pemberantasan penyakit demam berdarah atau chikungunya dilakukan hal ; hal sebagi berikut
1. Penyemprotan / fogging

cara ini mempunyai sasaran nyamuk dewasa, cara ini empunyai kelebihan mapun kekurangan. kelebihan adalah membunuh nyamuk dengan mudah khususnya nyam,uk dewasa. sementara telur dan jentik yang berada dalam air tidak berkeliran dengan leluasa. sehingga beberapa hari kemudin jentik akan berubah menjadi nyamuk dewasa. Dengan demikin fogging tidak memberikan dampak yang berarti kecuali bebrapa saat saja.Cara fogging mempunyai dampak negatif antara lain dapat menyebabkan timbulnya kekebalan bagi nyamuk itu sendiri maupun keturunanya. Fenoma ini perlu dipahami oleh masyrakat agar tidak terlalu "mendewakan " fogging.

2. Penaburan bubuk abate
objek yang menjadi sasaran ini adalah telur, kepompong, jentik dyang berada didalam air. Cara ini bisa dikatakan "tanggung" karena hanya membunuh jentik atau telur yang ada dalam air , sementara nyamuk dewasa tetap berkeliaran dan tempat tempat yang tidak terjangkau/tersentuh abate telur dan jentik masih tetap hidup.
3. PSN
secara teoritis Pemberantasan Sarang nyamuk adalah yang terbaik , sebab implementasi dari PSN adalah 3M yaitu : Menguras, Menutup, serta mengubur. Mengurasa bak - bak penampung air, Menutup bak - bak penampung air, Mengubur kaleng, tempurung kelapa, potongan - potongan bambu, bekas gelas air mineral dll. dan PSN ini harus dilakukan secara serentak karena kalau dilakukan hanya sebagian masyarakat / kelompok kecil , hal ini percuma saja karena nyamuk akan bermigrasi ketempat - tempat yang lebih a

Seberapa Byk Air Yang Kita Minum Setiap Hari ?

Air sangat penting untuk kesehatan, dan tiap individu membutuhkan dalam jumlah yang berbeda. Panduan ini dapat membantu memastikan bahwa Anda telah mencukupi asupan air yang dibutuhkan. Berapa banyak air yang diminum setiap hari? Sebuah pertanyaan mudah dengan jawaban yang sulit. Studi telah menghasilkan berbagai rekomendasi selama beberapa tahun belakangan ini, tetapi sebenarnya, kebutuhan air tiap orang sangat berbeda tergantung dari banyak faktor, termasuk kesehatan, seberapa aktif dan dimana Anda tinggalMeskipun tak ada satu konsep yang cocok untuk semua orang, tau lebih jauh tentang ketubuhan air dari tubuh kita sangat membantu untuk mengira-ira berapa banyak air yang perlu diminum tiap harinya.
Keuntungan air bagi kesehatan
Air merupakan komponen utama dari tubuh, rata-rata tiap orang memiliki 60% air dari berat tubuhnya. Semua sistem didalam tubuh tergantung oleh air. Sebagai contoh, air akan membilas racun dari organ vital, membawa nutrisi ke sel tubuh dan menghasilkan kelembapan bagi jaringan telinga, hidung dan tenggorokan.

Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu keadaan yang timbul karena tubuh kekurangan air sehingga tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Berapa banyak air yang dibutuhkan?

Setiap saat Anda akan kehilangan air melalui pernafasan, keringat, urin dan pergerakan usus. Agar tubuh berfungsi normal, maka air yang hilang harus digantikan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung air.

Dua pendekatan untuk kebutuhan air rata-rata pada orang dewasa:

Pendekatan pengganti. Rata-rata keluaran urin orang dewasa 1,5 L sehari. Air juga dapt keluar melalui pernafasan, keringat dan pergerakan usus. Makanan biasanya menyumbangkan 20% dari jumlah total yang diperlukan, jadi bila mengkonsumsi 2 L air atau minuman lainnya dalam sehari (kurang lebih 8 gelas), maka cairan yang hilang akan tergantikan.

Rekomendasi harian. Institute of Medicine menyarankan pria untuk mengkonsumsi 3 L (13 gelas) dan perempuan mengkonsumsi 2,2 L(9 gelas) dari total minuman dalam sehari.

Cara lain untuk mengetahui bahwa anda telah minum dalam jumlah yang cukup adalah bila anda jarang merasa haus dan memproduksi satu hingga dua liter urin yang tidak berwarna atau agak kuning.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan air

Banyaknya keperluan air yang dibutuhkan tubuh tergantung dari keaktifan, cuaca, kesehatan, dan bila hamil atau menyusui.

1. Olah raga. Semakin banyak berolahraga, maka akan semakin banyak air yang dibutuhkan tubuh. Tambahan 1-2 gelas air, biasanya cukup untuk olahraga yang singkat, tetapi bila olahraga lama maka perlu jumlah tambahan. Berapa banyak cairan tambahan yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya keringat selama olah raga, biasanya 2-3 gelas dalam sejam sudah cukup, kecuali udara sangat panas. Lebih baik bila menggantikan air dengan cairan elektrolit sehingga elektrolit tubuh yang hilang (natrium) bersama keringat dapat tergantikan.

2. Lingkungan.Udara yang panas dan lembab dapat membuat berkeringat sehingga membutuhkan tambahan air. Udara dalam ruangan yang panas juga dapat membuat kulit kehilangan kelembapannya. Ketinggian lebih dari 2500 meter (8200 kaki) dapat menyebabkan peningkatan urinasi dan bernafas menjadi lebih cepat, sehingga lebih banyak cairan yang terbuang.

3. Keadaan kesehatan dan Penyakit. Tanda penyakit seperti demam, muntah dan diare, dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Bila terjadi, maka Anda harus minum air lebih banyak dan lebih baik bila dapat menggantikan elektrolit yang keluar juga. Kondisi tertentu seperti infeksi kandung kemih serta adanya batu di saluran kemih juga membutuhkan cairan lebih banyak. Kondisi lainnya seperti kelainan jantung dan beberapa tipe penyakit ginjal, hati atau penyakit adrenal dapat mengganggu ekskresi air oleh sebab itu asupan air perlu dibatasi.

4. Hamil dan menyusui. Wanita yang sedang hamil atau menyusui membutuhkan cairan untuk tetap terhidrasi. Sejumlah besar cairan hilang saat menyusui. Institute of Medicine merekomendasikan pada wanita hamil untuk minum 2,4 liter (10 gelas) air sedangkan bila menyusui disarankan untuk minum 3,0 liter air (12,5 gelas) setiap harinya.

Dehidrasi dan Komplikasi

Kurangnya asupan air yang dibutuhkan tubuh dapat menyebqabkan dehidrasi. Dehidarasi sedang (hilangnya 1-2% dari berat badan) dapat menurunkan energi dan membuat lelah. Penyebab umum yang dapat menimbulkan dehidrasi adalah aktifitas yang banyak, keringat yang berlebih, muntah dan diare.
Tanda dan gejala dari dehidrasi termasuk:
Rasa haus
Lelah
Sakit kepala
Mulut kering
Tidak atau kurang urinasi
Lemah otot
Pusing
Kepala terasa ringan

Dehidrasi sedang jarang menimbulkan komplikasi selama cairan yang hilang cepat digantikan. Kasus lainnya dapat mengancam jiwa, terutama pada individu yang masih sangat muda atau sudah tua. Pada keadaan yang gawat, cairan atau elektrolit dapat diberikan secara intravena.

Tidak baik untuk menjadikan rasa haus sebagai indikator untuk minum. Saat terasa haus, kemungkinan telah terjadi dehiddrasi. Lebih jauh lagi, saat usia bertambah, maka tubuh akan lebih tidak sensitif terhadap tanda dehidrasi. Rasa haus yang berlebihan serta bertambahnya urinasi dapat menjadi tanda kondisi medis yang serius oleh sebab itu bicarakan lebih lanjut dengan dokter.

Untuk memastikan bahwa kebutuhan air tubuh telah terpenuhi, maka perlu dipertimbangkan langkah berikut:
Minum segelas air saat makan dan antara waktu makan.
Minum sebelum, selama dan setelah olah raga.
Ganti minuman beralkohol
Bila anda minum air dari botol, pastikan bahwa botol selalu bersih dan ganti botol lebih sering. Gunakan botol yang memang dibuat untuk digunakan lagi.
Meski tidak umum, sangat mungkin untuk minum terlalu banyak. Bila ginjal tidak mampu mengekskresikan kelebihan air, mineral dalam darah menjadi terencerkan, sehingga menghasilkan suatu kondisi yang disebut hiponatremia (rendahnya kadar natrium dalam darah). Atlet yang perlu ketahanan, seperti atlit marathon yang mengkonsumsi sejumlah besar air beresiko besar terkena hiponatremia.

Senin, 09 Juni 2008

KEGIGIHAN KADER POSYANDU

kegigihan kader posyandu wajib kita acungi jempol, sudah berpuluh - puluh athun mereka mengabdikan diri terhadap masalah kesehatn di indonesia ini

Kegigihan kader pos